KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM)

Kelompok Infomrasi Masyarakat ( KIM MINAK KONCAR

Selasa, 22 Mei 2018

LATIHAN AL-BANJARI

LATIHAN AL-BANJARI Ada beberapa jenis kreasi seni islami, salah satunya adalah Al-banjari. Di dusun Kebonarang Desa Kebonagung Kecamatan Sukodono mengadakan rutinan sekaligus sebagai ajang silaturahmi juga latihan antar grup Albanjari. Di wilayah kami rutinan diadakan setiap hari Jum’at manis. Pada tanggal 10 Mei 2018 rutinan bertempat di Masjid Baiturrohman Dusun Kebonarang Desa Kebonagung Kecamatan Sukodono. Pada rutinan kali ini dihadiri dari beberapa grup Albanjari, diantaranya grup dari Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono.
Desa Sumberejo mengirim 1 grup al-banjari yaitu Nurul Hidayah, Desa Selokbesuki mengirim 1 grup juga yaitu Al-Hilal sedangkan dari Desa Kebonagung sendiri menampilkan 3 grup yang salah satunya beranggotakan Ibu-ibu. (Rof)

Senin, 21 Mei 2018

PERTEMUAN POKJA KAMPUNG KB

PERTEMUAN POKJA KAMPUNG KB DESA BONDOYUDO KECAMATAN SUKODONO TAHUN 2018 Kampung KB di canangkangkan oleh Presiden Jokowi tahun 2015 di tanggerang jawa Barat dengan tujuan membangun daerah pingiran dengan intregrasi dari program semua lintas sektor. Dusun alasmalang Desa Bondoyudo Kecamatan Sukodono telah di bentuk kampung KB setelah Desa selokgondang. Dan pada hari rabu tanggal 9 mei 2018 telah di adakan pertemuan pokja kampung KB yang di hadiri dari lintas sektor, camat, Ka Puskesmas, Koramil, Polsek, Koordinator pendidikan, PKK Kecamatan , PKK Desa Kader dan masyarakat.
1. Camat Sukodono bapak Indra. W. Leksana , S.Sos. MM menyampaikan - kampung KB bukan menangani KB saja tapi bisa semua program dari instansi yang terkait dan masuk di desa - Dengan adanya kampung Kb kegiatan yang tidak ada bisa ada dan bisa di kembangkan bukan Cuma KB dua anakcukup tai bagaimana BKb, BKR dan BKL nya 2. Ka Puskesmas Sukodono dr. Zahrotul ilmiyah menyampaikan - Dengan adanya kampung Kb ibu hamil yang berisiko tinggi bisa di minimalis dan bisa meningkatkan KIA ( Kesehatan Ibu dan Anak ) - Ibu Hamil yang kurang darah ( anemis) Bisa mengakibatkan KEK, balita gigi buruk, kematian ibu dan bayi maka dari itu perlu adanya pendampingan ibu hamil oleh kader - program gizi ada bantuan PMT balita gizi buruk setiap 10 hari di pantau perkembangannya , karena setiap tahun masih namba gizi buruk, berkurangnya karena lulus umur , bukan karena gizinya meningkat - program Sanitasi kegiatan dasar sebelum melakukan kegiatan sanitasi di perhatikan dulu , karena banyak penyakit menular , dan ada beberapa sanitasi yang harus di perhatikan , rumahdan lingkungan air bersih , jamban sehat.
3. Tim Penggerak PKK kecamatan sukodono menyampaikan ada beberapa program pkk yang bisa di masukan ke program kampong KB, karena keberadaan PKK mulai dari Pusat sampai bawah yaitu dasa wisma , dan PKK sendiri adalah mitra kerja Pemerintah , baik dari segi kesehatan , pendidikan dan pertanian - program bidang umum - pembentukan dasa wisma karena dengan adaya dasa wisma kita bisa mencari data yang kita inginkan karena di dasa Wisma ada catatan keluarga yang mencatat semua warga yang ada dan kegiatannya dan tahu jumlah Pus yang ikut KB dan tidak ber KB dan ada jga catatan kehamilan , kelahiran , kematian ibu , bayi dan nifas - Program Pokja 1 - Pola asuh anak , di masyarakat polah asuh anak di terapkan dengan cara berbeda beda antara lain : 1. otoriter akan menjadikan anak kurang percaya diri 2. permisif ( menyalakan yanglain / membela ) akan menjadikan anak tidak mandiri dan kurang bertanggung jawab , suka melukai orang lain ,mau menang sendiri 3. Demokratis akan menjadikan anak punya harga diri yang tinggi , tampil percaya diri, mandiri, dapat mengontrol diri, berani dan senang belajar di lingkungan 4. di abaikan akan menjadiakan anak cenderung memiliki harga diri serta kepercayaan diri yang rendah , bertingkah laku buruk , kemampuannya tertinggal dari teman teman seusianya dan tidak bersemangat 2. Program Pokja II - BKB, BKR, BKL dan UPPKS ( usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera dengan memberikan pelatihan ketrampilan untuk peningkatan perekonomian keluarga 3. Program pokja III - PTP ( pemanfaatan tanah pekarangan ) ada tanaman wajib , Lombok , terong , tomat untuk setiap rumah paling tidak 1 jenis tanaman 5 rumpum 4. program Pokja 4 - PHBS ( prilaku hidup bersih dan sehat ) di harapkan masyarakat punya kesadaran yang tinggi untuk berprilaku yang baik - Sosialisai pernikaan usia anak ( anak adalah seeorang yang belum usia 18 tahun termasuk di dalam kandungan ) di masyarakat masih ada yang berangapan lebih baik menjadi janda daripada menjadi perawan tua , uu pernikahan juga membolehkan anak usia 16 tahun menikah , tapi dari segi kesehatan akan berisiko tinggi hamil kurang dari usia 20 tahun , untuk itu perlu pemahaman kalaupun sudah terjadi menikah di bawah usia 20 tahun untuk menunda kehamilan sampai usia 20 tahun dengan cara memakai alatkontrasepsi yang benar. (Khri)

Kamis, 17 Mei 2018

PERINGATAN HARI KARTINI 2018

PERINGATAN HARI KARTINI April adalah bulan perempuan, bisa dibilang demikian karena pada bulan ini di Indonesia telah dilahirkan sang pejuang perempuan KARTINI. Tepatnya tanggal 21 April di Indonesai diperingati sebagai Hari Kartini yang merupakan penggagas emansipasi perempuan.
Peringatan hari Kartini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan di beberpa wilayah dan oleh beberpa kalangan. Mulai dari anak-anak uisa PAUD sampai dengan pejabat pemerintah juga swasta. Di beberpapa Desa di Wilayah Kecamatan Sukodono juga tidak mau ketinggalan. Siswa-siswi mulai dari Tingkat PAUD, TK/RA. SD, SLTP mengadakan peringatan hari Kartini. Kegiatannya rata-rata dilakukan dengan berbusana ala Kartini. Pakaian adat yang ada di seluruh wilayah Indonesia pada umumnya yang dikenakan oleh mereka. Tidak ketinggalan juga guru-guru juga wali murid turut serta berpakaian ala Kartini ini. Semoga peringatan hari Kartini ini tidak hanya sebagai symbol saja, akan tetapi kedepannya dapat mewujudkan cita-cita Kartini tentang apa itu “Emansipasi Wanita” dengan tidak meninggalkan aspek agama didalam penerapannya. Tunuttlah Ilmu setinggi-tingginya wahai kaum hawa, sebagai bekal mendidik generasi kita menjadi lebih baik. (Hnf)

SINERGI BERSAMA MEMBANGUN LITERASI MASYARAKAT

SINERGI BERSAMA MEMBANGUN LITERASI MASYARAKAT Pada hari Sabtu, 28 April 2018 pukul 09.00 WIB dilaksanakan Peresmian Taman Bacaan yang dibina oleh Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Cabang Lumajang dan Penyuluhan Bahaya Narkoba oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lumajang di Pondok Pesantren Khomsani Nur Desa Klanting Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang. Acara ini dihadiri oleh BNNK, Dinas Kearsipan dan perpustakaan kabupaten Lumajang, Sekolah-sekolah diantaranya SDN Klanting 1, SDN Klanting 2, MI Nurul Islam, MTs Diponegoro, MA Khomsani Nur. Kegiatan peresmian Taman Bacaan dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang yang diwakili oleh Chindy Vionariska, A. Md (Pustakawan). Beliau memberikan sambutan tentang manfaat dan pentingnya membaca terutama dalam pintar memilih buku dan informasi yang dibaca. Terkait dengan Bahaya Narkotika, diharapkan santri/santriwati mampu mengetahui bahaya dan cara melawan narkotika dengan membaca buku dan informasi positif. Usai memberikan sambutan, Chindy menyumbangkan buku kepada Taman Bacaan di Pondok Pesantren Khomsani Nur. Semoga bermanfaat dan memberikan stimulan bagi masyarakat untuk turut mengembangkan minat baca di Pondok Pesantren dan masyarakat sekitar. (SR)

Selasa, 17 April 2018

UJIAN AKHIR MADRASAH 2018

UJIAN AKHIR MADRASAH 2018


Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang setara dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) se Kabupaten Lumajang serentak melaksanakan UAMBN - BK ( ujian akhir madrasah berstandar nasional berbasis komputer). Ujian di mulai tanggal 5 April 2018  s/d tanggal 6 April 2018 dengan bidang study PAI ( Pelajaran Agama Islam )

1. al- quran hadits

2. aqidah akhlak

3. fikih

4. SKI ( sejarah kebudayaan islam

5. bahasa arab ( rofii)

Ujian kali ini diikuti oleh 56 (lima puluh enam) siswa. Persiapan UAMBN-BK untuk siswa kelas 9 MTs Miftahul Ulum Desa Selokgondang Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang, dilakukan dengan latihan soal-soal ujian. Siswa-siswi digembleng setiap hari agar lebih siap dalam mengerjakan soal-soal ujian. Istoghosah juga dilakukan oleh pihak sekolah, dengan harapan agar Alloh SWT memberikan kemudahan dan kelancaran dalam pelaksanaan Ujian. Istighosah juga melibatkan para wali murid, terutama Ibu dari wali murid.


Karena ujian berbasis Komputer, secara otomatis sekolah harus mempersiapkan sarana dan prasanara untuk mendukung suksesnya pelaksanaan ujian. Diantaranya kebutuhan pokoknya berupa Komputer, laptop. Saat ini sekolah masih mempunyai 20 komputer dan laptop, sehingga kurang memadai untuk pelaksanaan ujian nantinya. Menghadapi permasalahan ini, sekolah mempunyai solusi dengan melaksanakan ujian dalam 3 gelombang. 

MTs adalah lembaga pendidikan setingkat SLTP yang berada dalam naungan Kementrian Agama. Kabupaten Lumajang adalah Kabupaten pertama di Jawa Timur yang mewajibkan MTs melaksanakan ujian dengan berbasis computer. (Rof)