KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM)

Kelompok Infomrasi Masyarakat ( KIM MINAK KONCAR
Tampilkan postingan dengan label Kebudayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebudayaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 November 2014

SELAMATAN DESA SUMBEREJO


Pada hari  Senin,  tanggal 03 November 2014 Jam 14.00 Wib di Balai Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang  mengadakan Kegiatan Selamatan Desa dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriyah, 1 Muharam 1436 H.   Dalam acara tersebut Kegiatan ini berupa Acara Lomba Hias Tumpeng yang diikuti oleh semua RT/ RW yang ada di Wilayah Desa Sumberejo, Ruwatan Desa yang juga di isi oleh Kyai/ Ulama di ikuti juga oleh warga desa Sumberejo, serta juga ada Pagelaran Ruwatan Wayang Kulit  oleh Ki Dalang Wikan Carito yang merupakan Dalang Muda yang berasal dari Desa Dawuhan Lor yang masih dalam Wilayah Kecamatan Sukodono.
             Acara tersebut dimulai dengan Pagelaran Ruwatan Wayang Kulit ini dimulai pukul 14.00 Wib yang diharapkan untuk meruwat Desa Sumberejo agar terhindar dari musibah ataupun bencana, dijauhi oleh Balak penyakit sehingga membuat desa Sumberejo ini tetap aman, tenteram, gemah ripah loh jinawe dan akan dilanjutkan kembali pada malam hari nanti.
Ibu Tri Kondo Cahyono, S.Sos, Ibu Camat Sukodono
               Dalam sambutannya Bapak Atok, S.Ag selaku Kepala Desa Sumberejo mengharapkan untuk warganya agar selalu berkoordinasi, ataupun saling berkerjasama dengan Pihak Desa maupun dengan Para tokoh Masyarakat bila terjadi sesuatu demi terciptanya suatu masyarakat yang kondusif, aman, tenteram dan sejahtera.
              Lomba Hias Tumpeng di desa Sumberejo ini ternyata banyak yang mengikutkan tumpengnya dalam acara selamatan Desa Sumberejo sebanyak 41 Tumpeng.                    
              Selaku sebagai Juri Penilai Lomba Ibu Tumpeng Ibu Camat Sukodono yaitu Ibu Tri Kondo Cahyono, S.Sos , Ibu Hanifah dan Ibu Wartipah Pegawai dari Kecamatan Sukodono.
         Penilaian Lomba Hias Tumpeng didasarkan atas Rasa masakan dan juga Kreativitas dalam cara Penyajian maupun menghias Tumpengnya. Juara Lomba Hias tumpeng ini
Sebagai Juara 1 diraih oleh Rt 18, Rw 05,
              Juara 2 diraih oleh  Rt 01 Rw 01,
              Juara 3 diraih oleh Rt 19, Rw 03  

KIM Minak Koncar Sukodono beserta Bpk. Kepala Desa Sumberejo dan Panitia




Sabtu, 01 November 2014

Acara Sedekah Desa di Desa Sumberejo

Dalam rangka Tahun Baru Islam 1 Muharam 1436 H di Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono, akan diadakan Acara Sedekah Desa besok hari Senin tanggal 03 November 2014 yang akan dilaksanakan di Balai Desa Sumberejo.
           Adapun serangkaian Kegiatan Acara yang ada di dalam Acara Sedekah Desa ini juga dibarengkan dalam memperingati 1 Muharam 1436 H antara lain : Pertandingan Sepak Bola, Balap Karung anak – anak, Pukul Air, Balon Joget, Panjat, Lomba Tartil Qur’an dan Tarik Tambang yang sudah selesai dalam pelaksanaannya. Dan buat yang belom dilaksanakan yaitu :
-   Musik Dangdut pada hari, Minggu 02 November 2014, Pukul 17.00. wib
     di Lapangan Sumberejo
-   Pagelaran Wayang Kulit pada hari, Senin 03 November 2014, pukul 14.00 Wib
    Di Balai Desa Sumberejo
-   Lomba Tumpeng pada hari, Senin 03 November 2014 jam 16.00 Wib.
    Yang di ikuti oleh Semua RT yang ada di Wilayah Desa Sumberejo
-   Acara Santunan Anak Yatim Piatu Pada hari Selasa 04 November 2014
    jam 19.00 Wib dilanjutkan dengan Pengajian Umum dengan Pembicara :
1.  K.H. Drs. Asa’at Malik, S.Ag (Wakil Bupati Lumajang)
2.  K.H. Habib Muhksin bin Ali Baharun dari Banyuwangi

Kamis, 18 September 2014

MEMPERINGATI HUT - RI KE - 69 KECAMATAN SUKODONO


MEMPERINGATI HUT - RI KE - 69  KECAMATAN SUKODONO

 

            Karnaval yang dilakukan oleh Kecamatan Sukodono dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Ke - 69 yang diikuti oleh dari Instansi Kecamatan Sukodono Sendiri maupun dari Sekolah - Sekolah yang ada di Kecamatan Sukodono, dari SD, SMP maupun sederajat.

        Dari Kecamatan Sukodono Sendiri ikut serta dalam meramaikan HUT RI ke- 69 dengan mengikutsertakan para Pegawai dari Kecamatan maupun dari Perangkat Desa yang ikut dalam pawai karnaval dengan menampilkan Pawai Sepeda Hias, meski dengan Sepeda Hias ikut pula dimeriahkan dengan sepeda Gowes yang sudah dihiasi dengan hiasan warna - warni yang menambah semaraknya HUT RI ke 69. Ikut pula dari UPK Kecamatan Sukodono yang bergabung dengan Gowesnya.

          Acara ini sendiri dimulai padapukul 12.00 Wib dengan rute Start dari Lapangan Kutorenon - Jl. Gatot Subroto - Jl. Veteran - Jl. Makam Pahlawan - dan Finis Lap. Kutorenon. Dalam acara ini juga menampilkan aneka ragam jenis Seni maupun Budaya yang ditampilkan oleh masing- masing peserta Karnaval yang ikut dalam karnaval ini.

         Dalam pemberangkatannya peserta ini dilepaskan atau diberangkatkan oleh Bpk. Tri Kondo Cahyono, S.Sos selaku Bapak Camat Kecamatan Sukodono bersama Istri dan juga bersama Bpk.  Suhartono, SH selaku Sekcam Kecamatan Sukodono juga bersama Istri, Awal keberangkatan Peserta Pawai ini disuguhi Atraksi Drum Band dari peserta yang juga sebagai pembukaan keberangkatan peserta Karnaval.

            HUT RI ke -69 ini diperingati dengan menampilkan Seni maupun Budaya yang ada di Indonesia yang menambah kesan dalam menjaga Persatuan dan Kesatuan Republik Indonesia yang akan menjaga Bangsa Indonesia ini dari pengaruh - pengaruh Budaya Barat yang sudah mempengaruhi kehidupan sebagian pemuda - pemuda sekarang yang sudah mulai meniru budaya Barat yang belum tentu sesuai dengan Seni ataupun Budaya di Indonesia.

  
          
  

         

Kamis, 13 Februari 2014

PENGAJIAN RUTIN PKK KECAMATAN SUKODONO


Pada tanggal 27 Februari 2014 yang bertempat di Balai Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono di laksanakan Kegiatan Pengajian Rutin PKK, Pengajian ini dilaksanakan setiap bulan dengan cara Anjangsana atau bergantian dari desa yang satu ke desa yang lain di Kecamatan Sukodono.
        Pada tahun 2014 Kegiatan pengajian rutin PKK ini diharuskan dalam setiap Desa membawa 7 - 10 orang anggota dalam setiap acara pengajian rutin PKK.
           Adapun Acara pengajian rutin PKK ini antara lain : Asrokol, Istiqosah dan Tahlil.  Ada juga acara tambahan yaitu dari Nyai atau Ustad yang diundang tergantung dari desa masing - masing sebagai salah satu siraman rohani di dalam Pengajian rutin PKK ini.
      Dengan adanya pengajian rutin PKK ini di harapkan agar terjalin kerukunan dan kekompakan diantara Ketua TPPKK desa dan anggota serta untuk meningkatkan Ketaqwaan kepada Allah SWT.     

Rabu, 18 Desember 2013

SITUS BITING
KUTORENON, SUKODONO
     

Situs Biting, Kutorenon
           Situs Biting terletak  Dusun Biting, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. Kata Biting berasal dari bahasa madura yang berarti  “Benteng” yaitu tembok untuk pertahanan atau pagar bagi Kota raja (pusat kota).
Batu Bata Motif Clurit

Luas Situs diperkirakan 135 ha yang dibagi menjadi 6 blok terdiri dari blok Keraton 76,5 ha, blok Jeding 5 ha, blok Biting 10,5 ha, blok Randu 14,2 ha, blok Salak 16 ha, blok Duren 12,8 ha.

Temuan Keramik Dinasti Ming
                                           Situs Biting dikelilingi 4 sungai yaitu sebelah utara sungai Bondoyudo, sebelah timur sungai Bodang/ Winong, sebelah selatan sungai Cangkring, dan sebelah barat sungai Ploso.

Koleksi Situs Biting Dipamerkan di Sampang

Koleksi Situs Biting Dipamerkan di Sampang


Museum Rakyat Lamajang yang berlokasi di Situs Biting Kotaraja Lamajang telah mengikuti Pameran Keunikan Koleksi Museum Se Jawa Timur 2013 di Sampang, 15-19 April 2013. Tim dari Lamajang menampilkan koleksi peninggalan sejarah dan purbakala yang belum dikenal oleh masyarakat Jawa Timur dari berbagai situs di Lumajang.
Situs Biting Kutorenon, Kec. Sukodono
Ketua Tim Pameran Museum Lumajang, Ricko Wardana mengatakan, tim mengikuti pameran ini, untuk mengenalkan peninggalan sejarah Kaki Gunung Semeru. Pasalnya, banyak sekali keunikan peninggalan sejarah Lumajang yang belum dikenal oleh masyarakat, sejarawan, arkeolog dan para pecinta sejarah di Indonesia.

"Lamajang atau sekarang dikenal Lumajang merupakan daerah yang memiliki peradaban yang sangat tua dan belum dikenal, kami sangat ingin mengenalkan peradaban kebudayaan Lumajang," terangnya.
Sementara, Arkeolog Lumajang, Aries Purwantiny mengaku, dengan mengikuti pameran museum bisa meningkatan wawasan dan pengetahuan fungsi museum sebagai sarana apresiasi warisan budaya bangsa.

Situs Gedong  Putri, Candipura
"Kami ingin dengan masyarakat ikut memiliki dan menjaga peninggalan sejarah, jadi kami melakukan Bottom Up, kalau rakyat sendiri yang peduli, saya yakin koleksi museum aman dan ikut melestarikan," paparnya.
Tim Museum Kotaraja Lamajang akan menampilkan koleksi dari Situs Gedhong Putri, Situs Biting, Situs Randuang, dan sejumlah peninggalan dari sejumlah temuan masyarakat.





Situs Randuagung
"Pameran keunikan koleksi museum salah satu dari melestarikan peninggalan warisan budaya di Jatim dan Nusantara," pungkasnya. 


Minggu, 15 Desember 2013

ZIARAH SITUS BITING







Ziarah ke Makam Biting merupakan salah satu rangkaian agenda Hari Jadi  Lumajang (Harjalu) yang ke-758.Makam Biting ini terletak di Dusun Biting Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang.
Acara dilaksanakan H-1 dari Hari jadi Lumajang, yang pada kesempatan ini bertepatan pada hari Sabtu tanggal 14 Desember 2013. Acara ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghormati Adipati Pertama Kabupaten Lumajang yaitu Arya Wiraraja dan juga sebagai Napak Tilas Sejarah Lumajang                                               
Acara ini dimulai dengan pembukaan. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Adapun sambutan dari bapak Bupati Lumajang Bapak Sjahrajad Masdar yaitu, kita selayaknya bangga sebagai warga Lumajang, karena Lumajang dulunya merupakan sebuah kerajaan yang sangat besar,  dengan pemimpin yang begitu Luar biasa yaitu Arya Wiraraja.
Bertepatan dengan akan diadakannya Pilihan Kepala Desa yang serentak se - Kabupaten Lumajang, bupati berpesan agar menggunakan hak politiknya sebaik  mungkin. Jika ada yang bagi-bagi uang, ambil saja uangnya, tapi untuk  masalah memilih, itu hak asasi kita. Diharapkan masyarakat lebih cerdas dalam berpolitik, jangan mau suara kita di beli hanya dengan Rp.20.000,- atau Rp.50.000,- bahkan Rp. 100.000,-. Bapak Bupati juga berharap agar cagar budaya ini terus dikembangkan dan dilestarikan.                                                                                                                      
Acara selanjutnya istighosah yang di pimpin oleh   Ustadz Kusni. Dilanjutkan dengan acara tabur bunga dan pemberian santunan oleh Bapak Bupati kepada Penjaga Makam     (Juru Kunci) dan penutup.
Rangkaian acara Harjalu kali ini di teruskan dengan agenda
ramah  - tamah dengan warga sekitar Makam  dan siswa- siswi SD.
Makan bersama dengan     warga menunjukkan “guyub”nya warga dengan pemimpinnya.
Pada kesempatan kali ini, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Minak Koncar juga tidak mau ketinggalan. Kami mengikuti acara dari awal hingga akhir dan diteruskan dengan kunjunganke Situs Biting. Bapak Camat Trikondo Cahyono ternyata juga antusias untuk mengikuti jejak kami.
Beliau juga turut ke Situs Biting dan berincang- bincang dengan warga di sekitar situs. Jalan yang ekstrim karena habis hujan tidak menyurutkan semangat kami untuk menuju lokasi situs. “Jika Situs ini dikelola dengan baik, kita gak usah jauh-jauh ke Borobudur untuk lihat Candi,di sini juga ada” begitu celetukan salah satu anggota kami. Hal ini merupakan PR bagi pemerintah daerah agar lebih memperhatikan peninggalan sejarah dan merupakan asal-usul dari Kabupaten Lumajang.

Jumat, 05 April 2013

SEJARAH MUSEUM KOTA RAJA LAMAJANG



Dengan adanya Peninggalan Situs Biting yang merupakan tonggak berdirinya Kota Lamajang atau Kota Lumajang yang ada di desa Biting Kecamatan Kutorenon Kabupaten Lumajang yang dulunya merupakan salah satu pusat Pemerintahan yang ada di Kota Lamajang. Maka demi menjaga kelestarian dari peninggalan sisa – sisa sejarah tersebut maka di buatlah Museum  rakyat  Kota  Raja Lamajang  di Jln. Raya Biting Dusun Biting II Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang berdiri pada Tanggal 21 Mei 2011.  Keberadaaan museum rakyat  ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat untuk menunjukkan bahwa Kabupaten Lumajang adalah kota tua yang memiliki sejarah yang besar.
Museum ini dikelola secara swadaya  masyarakat, dengan  koleksi-koleksi penemuan situs, foto situs, foto benda purbakala dan koleksi benda peninggalan seperti Batu bata, Pecahan Keramik Asing, Pecahan unsur Bangunan (relung-relung atap rumah). Meski tidak sebagus dengan kondisi yang ada tetapi peduli masyarakat terhadap peninggalan benda – benda bersejarah tersebut sangatlah patut diteladani.
    Meskipun dengan Kondisi yang tidak begitu bagus warga dengan berswadaya masih menyimpan, memelihara, dan melestarikannya dengan bangunan rumah warga yang tidak begitu luas, warga juga mengharapkan bantuan dari Pemerintahan Daerah mungkin ada sumbangsih terkait dengan keberadaan museum ini demi terjaganya peninggalan bersejarah.